function doGet() {
return HtmlService.createHtmlOutputFromFile('index')
.addMetaTag('viewport', 'width=device-width');
}
function doGet() {
return HtmlService.createHtmlOutputFromFile('index')
.addMetaTag('viewport', 'width=device-width');
}
Kegiatan sosialisasi disampaikan oleh guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bapak Kholil Prastiyo, S.Pd.I. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan penguatan mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Karakter religius merupakan salah satu fondasi penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah, tetapi juga melalui perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun kepada guru dan orang tua, menghormati sesama, serta membiasakan diri untuk berbuat baik.
Pelaksanaan kegiatan di aula sekolah juga menjadi ruang pembinaan bagi peserta didik untuk memperkuat pemahaman tentang hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan perilaku positif. Dengan pendampingan guru, siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap yang mencerminkan keimanan, ketakwaan, kepedulian, dan rasa hormat terhadap orang lain.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen SMP Negeri 3 Songgon dalam mewujudkan visi sekolah, yaitu unggul dalam prestasi, berkarakter, religius, inovatif, dan peduli lingkungan. Penguatan karakter religius menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian peserta didik.
Melalui sosialisasi ini, SMP Negeri 3 Songgon berharap nilai-nilai religius semakin membudaya dalam kehidupan sekolah. Dengan demikian, peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Proktor dan teknisi telah melakukan persiapan sejak pagi, namun saat proses login client, perangkat Chromebook belum dapat mengakses sistem ujian. Berdasarkan informasi resmi dari helpdesk kabupaten, permasalahan tersebut terjadi karena seluruh perangkat sedang melakukan proses update sistem, sehingga perlu menunggu sinkronisasi antara console di Pusdatin dengan aplikasi Kios Exam.
Selain itu, terkait dokumen SPTJM pada web TKA, sejak tanggal 23 Februari 2026 statusnya masih menunjukkan tanda silang merah. Disampaikan pula bahwa meskipun dilakukan unggah ulang, status tersebut tetap sama dan sekolah diminta untuk menunggu proses pembaruan dari pusat.
Dengan adanya kendala teknis pada dua hari pelaksanaan, pihak sekolah tetap melakukan koordinasi intensif dengan helpdesk kabupaten serta memastikan seluruh perangkat siap digunakan setelah sistem kembali normal. Sekolah berharap proses sinkronisasi segera selesai sehingga simulasi TKA dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
Meskipun menghadapi tantangan teknis, kesiapsiagaan proktor, teknisi, dan panitia menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pelaksanaan asesmen berbasis digital secara profesional dan tertib.
***
Sejak pagi hari pukul 07.00 WIB, proktor telah melakukan persiapan dan mencoba mengakses sistem untuk memulai simulasi. Namun hingga pukul 12.00 WIB, akses login server belum dapat digunakan. Setelah dilakukan koordinasi dan menunggu pembaruan sistem, hingga pukul 14.00 WIB server tetap belum bisa diakses.
Berdasarkan arahan dari helpdesk kabupaten, kegiatan simulasi pada hari pertama tidak dapat dilaksanakan dan secara resmi ditunda. Pihak sekolah kemudian menginformasikan kepada seluruh peserta didik mengenai penjadwalan ulang dan kelanjutan simulasi pada hari kedua.
Meskipun menghadapi kendala teknis dari pusat, seluruh tim di sekolah termasuk proktor, teknisi, serta panitia tetap siaga dan melakukan koordinasi intensif guna memastikan pelaksanaan pada hari berikutnya dapat berjalan dengan lancar.
Kegiatan simulasi TKA akan dilanjutkan pada hari kedua sesuai jadwal penyesuaian, dengan harapan sistem telah kembali normal sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan optimal.
Dalam kegiatan tersebut, PID dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk menyajikan materi dan mendukung pelaksanaan asesmen IPA. Melalui tampilan digital yang menarik, peserta didik dapat mengamati informasi, memahami konsep, serta mendiskusikan pertanyaan dan permasalahan yang diberikan secara bersama-sama.
Kegiatan ini sejalan dengan penerapan Pembelajaran Mendalam yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik, pengalaman belajar yang bermakna, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Kolaborasi dalam kelompok juga menumbuhkan sikap tanggung jawab, gotong royong, dan saling menghargai.
🚀 Kabar Gembira! Sertifikat Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Sudah Dapat Diunduh!
Kabar baik datang bagi seluruh peserta yang telah menyelesaikan program Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Fase D) yang diselenggarakan oleh Aswaja Nusantara Career Development Center.
Berdasarkan informasi yang beredar melalui grup komunikasi resmi peserta (Grup WhatsApp), tim penyelenggara dari Aswaja Nusantara mengumumkan bahwa sertifikat kelulusan kini telah siap dan dapat diunduh (di-download) oleh para peserta.
Pelatihan yang berlangsung sejak 10 Juli hingga 1 Oktober 2025 ini merupakan pelatihan dengan moda bauran (In-Service Training 1 - On the Job Training - In-Service Training 2) dengan total 180 Jam Pelajaran 6 (JP). Alhamdulillah salah satu peserta yang dinyatakan lulus adalah kami, Abdul Haris Hairu dari SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap, yang menyelesaikan pelatihan dengan hasil evaluasi Baik.
📜 Detail Sertifikat dan Validasi
Peserta dihimbau untuk segera mengakses platform resmi yang telah ditentukan untuk mengunduh dokumen penting ini. Sertifikat ini menjadi bukti kompetensi dalam penguasaan materi seperti Berpikir Komputasional dan Literasi Digital, serta Pedagogik Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Pastikan Anda telah melakukan validasi sertifikat sesuai petunjuk yang diberikan di LMS masing-masing untuk menjamin keabsahannya!
Sesuai permintaan Tim Aswaja Nusantara CDC setelah menerima sertifikat untuk segera melakukan konfirmasi melalui tautan yang telah disediakan.
***
Sebanyak 45 siswa yang terpilih secara random sampling serta 1 Kepala Sekolah sebagai responden satuan pendidikan telah mengisi instrumen evaluasi sesuai jadwal yang ditetapkan. Pengisian survei dilaksanakan pada 28 November 2025, bertepatan dengan 15 hari sebelum terakhir periode pelaksanaan nasional.
Pelaksanaan survei di sekolah berjalan tertib dengan pendampingan operator Dapodik, Kesiswaan, dan tim kurikulum. Seluruh responden berhasil mengakses kode unik, membuka formulir, dan mengirimkan jawaban hingga muncul notifikasi “Terima kasih sudah mengisi formulir Instrumen Survei Akhir Tahun Penguatan Karakter 2025.”
Survei ini bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap:
Kepala SMPN 3 Songgon menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa dan guru yang telah mendukung kelancaran kegiatan. “Capaian 100% ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendukung evaluasi implementasi penguatan karakter secara nasional,” ujarnya.
Dengan selesainya survei ini, SMPN 3 Songgon siap melanjutkan analisis tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi untuk memperkuat program pembiasaan karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan survei dipandu oleh Bapak Abdul Haris Hairu, S.Kom selaku Waka Kurikulum dan Operator, yang bertugas memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari login menggunakan kode unik hingga siswa berhasil mengirimkan jawaban pada instrumen survei. Sejak kegiatan dimulai, siswa tampak antusias mengikuti arahan dan mengisi setiap pertanyaan dengan penuh keseriusan.
Menurut pendamping, kegiatan ini tidak hanya menjadi kewajiban sekolah sebagai bagian dari evaluasi nasional, tetapi juga sarana penting untuk melihat sejauh mana perkembangan karakter peserta didik serta efektivitas pembiasaan positif yang diterapkan di sekolah.
“Survei ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi karakter siswa dan budaya sekolah. Hasilnya akan menjadi bahan untuk peningkatan program pembinaan karakter ke depannya,” ujarnya.
Kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Seluruh siswa berhasil menyelesaikan pengisian survei sesuai waktu yang ditentukan. Pihak sekolah berharap, melalui survei ini, SMP Negeri 3 Songgon dapat terus mengembangkan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik.